Selamat Jalan, Eyangku sayang

Aku teringat padamu
dan hari-hari yang kita lalui bersama
tanganmu menggenggam lembut jemari kecilku
menuntunku menaiki bukit
dan melihat gemerlapnya lampu saat fajar tiba
Aku merindukanmu
dan masa-masa indah kita,
dimana kau sempatkan dirimu bermain petak umpet denganku
sekalipun kau sibuk memeriksa hasil ujian mahasiswa/i mu.
Dulu,
aku tak pernah mengerti akan hal itu.
Bukti cintamu.
Aku ingin pulang kerumahmu seperti dulu
kau menyambutku
memelukku
menciumku.
Aku teringat saat engkau sakit,
dan berobat di rumah sakit akupuntur.
Dimana aku mengigau membaca doa2 untukmu,
lalu kau ceritakan itu ke semua saudara dan teman yg mengunjungimu,
betapa cucu mu mencintaimu begitu dalam
hingga mendoakanmu dalam ketidaksadaran.
Sesungguhnya semua terjadi karena cinta yg telah engkau berikan padaku demikian besar.
Aku teringat suatu malam dimana aku memimpikanmu.
Engkau tertidur.
Di ruangan terang berbataskan kaca.
di sebuah rumah yg sangat besar dengan banyak jendela dan cahaya.
dan orang orang berbaju hitam berkeliling.
Malam yang sama,
mimpi yg sama,
dengan apa yg dialami kakakku.
Pagi itu, aku takut sekali akan kehilanganmu.
Aku teringat saat kau koma,
dan aku datang di dini hari yg gelap.
Kau berkata: “sun sing suwe”.
Haru. Sedih. Melihat tulang yang seakan hanya terbungkus kulit.
dimana dagingmu? Aku tak bisa lagi memanggil “Eyang gendut”.
Aku teringat saat aku berpamitan pulang,
kau berkata “ditunggu sik”.
Padahal kau ijinkan cucumu yg lain pulang.
Esoknya, kau muntah darah beku.
Lusanya, kau pergi meninggalkanku.
Berita itu seperti petir di pagi hari yg cerah.
Rumahmu wangi bunga kantil kesukaanmu.
Sekalipun saat aku lihat, pohonnya sedang tak berbunga.
Mungkin mereka pun sedih akan kepergianmu.
Satu bulan berlalu sejak mimpi itu,
dan kau pun pergi selamanya.
Selamat jalan Eyang Kakong tercinta,
rasa sakitmu telah usai,
aku yakin kehidupan mu saat ini seterang mimpiku,
rumahmu disana seindah rumahmu dalam mimpiku,
semua lebih baik dari yg kau dapat di dunia.
Aku sayang Eyang. Sayang sekali.
Created by: Atika dian pitaloka 3:05pm 6 dec 2011

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *