Stop Making Stupid People Famous! Pilah Dulu Berita yang Pantas Diviralkan

Pernah dengar nggak ungkapan “Stop Making Stupid People Famous”? Ungkapan ini merupakan bentuk kekecewaan sebagian orang pada kondisi saat ini dimana banyak sesuatu menjadi viral padahal tidak ada hal bermanfaat di dalamnya.

Sebenarnya apa arti viral itu sendiri? Menurut situs apaarti.com, viral berarti menyebar luas dengan cepat. Kata ini biasanya digunakan sebagai istilah di dunia maya untuk menggambarkan cepatnya penyebaran suatu berita atau informasi.

STOP-MAKING-STUPID-PEOPLE-FAMOUS
Sumber: boldomatic.com

Apa yang menyebabkan sesuatu menjadi cepat viral? Tentu saja teknologi!

Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat sebuah kabar berita menjadi cepat tersebar, bahkan dalam hitungan detik. Inilah yang membuat banyak orang rela melakukan apa saja, meski mempermalukan diri sendiri demi viral di dunia maya.

Mereka tidak malu mengumbar kebodohan demi agar terkenal. Banyak yang tujuannya tidak lain tidak bukan supaya bisa masuk ke stasiun TV dan memperoleh rejeki. Apapun dilakukan agar dapat mendulang rupiah dengan cara cepat dan instan. Jadi artis dadakan sudah menjadi impian.

Sebagai Ibu dari seorang anak, saya merasa sangat miris dengan fenomena ini. Remaja hanya mengejar uang dan popularitas. Menjadi viral dirasakan anak muda sebagai suatu prestasi tersendiri, tidak peduli apa kontennya. Saya tidak ingin anak saya kelak terpapar konten negatif akibat berita yang diviralkan tanpa memikirkan pengaruhnya jangka panjang.

Untuk membuat aktivitas sosial media kita menjadi lebih sehat, tentunya diperlukan upaya yang tidak sebentar. Masing-masing individu perlu mawas diri dan berkaca lagi apakah selama ini telah ikut dalam “making stupid people famous?”

Lalu apa yang harus kita lakukan sebelum turut serta memviralkan sesuatu? Yuk simak tips-tips dibawah ini:

pexels-photo-941555
Sumber: Pexels/bruce mars

1. Pertama, budayakan saring sebelum sharing
Pada masa sekarang, pengguna media sosial sangat mudah termakan berita HOAX, terutama dalam bidang politik. Berita yang belum tentu kebenarannya tersebut terkadang sudah viral seketika, sehingga menjadi masalah apabila ternyata kenyataannya berbeda.

2. Kedua, telaah nilai dari konten yang hendak kamu bagikan
Telaah nilai yang terkandung pada postingan atau konten tersebut. Apabila ada nilai kebaikan dan manfaat bagi orang banyak, maka tidak ada salahnya membagikan konten tersebut ke sosial media. Namun jika isinya hanya kebodohan dan perilaku tidak pantas, rasanya tidak bijak bila kita berperan membuat orang bodoh terkenal.

3. Ketiga, tahu prioritas
Tidak semua hal yang kamu temukan pantas diviralkan. Misalnya saja saat menyaksikan aksi pencopetan di stasiun, alih-alih merekam kejadian tersebut untuk disebarkan di media sosial lebih baik kamu menolong target yang hendak dicopet itu!

Memang ada manfaatnya jika kamu berhasil merekam kejadian na’as tersebut yaitu orang menjadi lebih hati-hati. Tapi dalam kasus ini kamu salah prioritas!

Prioritas utama kita saat menyaksikan hal yang tidak sesuai dengan hati nurani adalah berbuat sesuatu, salah satunya dengan menolong. Bisakah kamu bayangkan jika uang yang dia miliki akan digunakan untuk biaya pengobatan orangtuanya atau biaya sekolah anak-anaknya? Oleh karena itu tidak semua hal pantas kamu viralkan.

4. Keempat, pahami benar UU ITE yang berlaku beserta sanksinya
Kamu tentu sudah tahu bukan jika sejak tahun 2016 lalu, pemerintah resmi mengeluarkan dan mengesahkan UU ITE? Pelajari lebih lanjut apa saja isi UU ITE pada bab UU No. 19 beserta sanksi yang melekat didalamnya. Hal ini bertujuan agar kita lebih berhati-hati dalam membagikan suatu berita di media sosial sehingga menghindarkan kita dari hukuman.

Masih segar dalam ingatan kita kasus Baiq Nuril yang disebut-sebut melanggar UU ITE karena menyebarluaskan rekaman tindak asusila. Meskipun dinyatakan tidak bersalah di PN Mataram, namun MA menyatakan Baiq Nuril bersalah.

Saat ini banyak pihak yang memanfaatkan UU ITE demi menjebak orang lain. Oleh karena itu kita tidak boleh buta terhadap masalah ini.

Konten yang pantas diviralkan
Dari penjelasan diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa konten yang buruk dan tidak edukatif maka tidaklah layak di share. Sebaliknya, konten yang baik memiliki nilai positif dan dapat memberi manfaat bagi orang banyak. Konten seperti inilah yang layak kita bagikan di sosial media. Setuju?

Viral-WordPress-themes
Sumber: 123rf.com

Paling tidak ada 3 syarat utama sebuah konten layak diviralkan, yaitu:
1. Menarik dan berkualitas
Konten yang menarik hati pembaca secara emosional, tentunya akan mudah melekat di hati dan ingatan. Tetapi tidak cukup sampai disitu, agar orang lain bersedia membagikan konten yang kita buat tentunya konten tersebut harus berkualitas dan tidak asal-asalan.

2. Memiliki nilai manfaat
Hal terpenting yang wajib dimiliki sebuah konten untuk menjadi viral adalah memiliki nilai manfaat. Dengan demikian orang akan mendapatkan sesuatu yang berguna dari postingan yang kita bagikan.

Sebaliknya, konten yang isinya hanya kebencian, permusuhan, kebodohan, maka tidak layak untuk kita viralkan karena publik akan disuguhkan tontonan yang “kosong nilai” dan tidak edukatif.

3. Mengandung informasi
Syarat ketiga suatu konten layak viral yaitu mengandung informasi. Dengan adanya informasi baru maka orang lain juga dapat memetik manfaatnya.

Informasi apa saja yang bisa dibagikan? Tentu banyak sekali contoh yang bisa menjadi jawabannya. Misalnya saja tempat berbelanja oleh-oleh murah di Thailand. Kamu juga bisa share pengalaman kamu keliling Eropa dengan low budget. Hal semacam ini tentu mengundang rasa ingin tahu orang lain.

Terus kenapa kok yang viral biasanya yang nggak mutu? Inilah yang jadi PR kita bersama untuk membuat konten kreatif tapi tetap punya “isi” dan makna yang baik bagi banyak orang.

Apa saja sih syarat membuat konten positif agar bisa viral di dunia maya?
102339036-1m-followers-thank-you-post-with-decoration-1000000-subscribers-banner-with-speech-bubble-greeting-c
Sumber: begindot.com
Membuat konten viral memang tidak mudah. Butuh usaha terus menerus dan tidak lelah berkarya. Lakukan 8 tips ini untuk membantumu sukses membuat konten viral yang bermanfaat bagi banyak orang.

1. Menentukan dan mengenali target pembaca
Agar kontenmu bisa viral, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan target pembaca. Setelah itu kamu harus berusaha mengenali mereka. Caranya gimana? Caranya yaitu dengan memposisikan diri sebagai seorang pembaca.

pexels-photo-1324859
Sumber: Pexels/Perfecto Capucine

Gali lebih dalam apa yang bisa melatarbelakangi pembaca ingin membagikan kontenmu. Berdasarkan penelitian dari #Rigorous ternyata ada 5 motivasi mengapa pembaca mau membagikan sebuah konten ke sosial media, diantaranya untuk hiburan, pengingat diri, menjaga hubungan pertemanan, ingin berperan pada lingkungan sosial dan review sebuah produk.

2. Membuat konten bermutu yang menarik
Salah satu hal yang dapat menarik minat orang dalam membagikan sebuah konten adalah mutu dari konten tersebut. Makanya sebisa mungkin kamu harus menunjukkan profesionalitasmu dalam bidang pekerjaan yang kamu pilih baik itu sebagai youtuber, blogger maupun content writer.

pexels-photo-1496183
Sumber: Pexels/rawpixel.com

Karya yang berkualitas akan meninggalkan kesan tersendiri di hati pembaca. Inilah alasan mengapa kita tidak boleh berhenti belajar untuk selalu lebih baik lagi ke depannya.

Libatkan emosi pembaca melalui setiap hal kecil yang dapat kita masukkan ke dalam konten tersebut, baik melalui kata-kata, tingkah laku peran pembantu, musik dan lain sebagainya.

Kalau pembaca suka dan percaya dengan apa yang kita hasilkan, maka akan besar kemungkinan mereka membagikan konten tersebut ke berbagai sosial media yang mereka punya.

3. Masukkan hal yang tidak biasa
Tips untuk menjadi viral adalah dengan tidak membuat sesuatu yang biasa-biasa saja tapi harus LUAR BIASA.

clouds-conceptual-cone-1262302
Sumber: Pexels/Rakicevic Nenad

Konten yang biasa tentunya akan cepat dilupakan oleh pembaca, sementara konten yang tidak biasa dan berkarakter akan lama terekam dalam ingatan.

Kamu bisa mengangkat hal sensitif tetapi tentunya yang memiliki nilai manfaat ya! Dengan begitu orang akan mudah memberikan komentar baik itu pro dan kontra. Komentar pembaca juga salah satu faktor yang dapat membuat sesuatu menjadi viral lho!

Selain itu kamu juga bisa mengangkat hal biasa yang sering kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun tentu saja cara pengemasannya harus luar biasa dengan berbagai sudut pandang berbeda.

4. Beri nilai tambah pada konten populer
Kalau kamu tertarik membuat sebuah konten populer, sebaiknya kamu harus punya trik jitu agar apa yang kamu hasilkan mampu bersaing dengan konten serupa yang bertebaran di dunia maya.

pexels-photo-260024
Sumber: Pexels/Pixabay

Misalnya dalam mereview sebuah produk atau menjadi Makeup Artist, dimana banyak orang melakukan hal yang sama. Bagaimana agar kamu bisa memenangkan persaingan dan menjadi nomer satu di halaman pencarian google?

Selain mengandalkan SEO, kamu juga harus mengisi kontenmu dengan sesuatu yang berkarakter. Lihat saja salah satu contoh MUA Indonesia yang terkenal di sosial media dengan akun instagram @inivindy. Dia memiliki logat bicara yang khas, blak-blakan dan lucu. Inilah yang menjadi karakter dan daya tariknya sehingga dikenal banyak orang.

5. Gali tema konten yang menarik dan digemari
Beberapa konten menarik yang digemari pembaca diantaranya konten inspiratif, konten populer, konten tabu, konten gila, konten luar biasa dan konten biasa yang dikemas sedemikian rupa.

pexels-photo-355952
Sumber: Pexels/Pixabay

Pilih mana yang dapat kamu kuasai dengan baik dan kamu yakin dapat menghasilkan karya yang bermutu dengan tema tersebut. Tapi tetap ingat untuk tidak hanya memiliki tujuan untuk mencari viral ya, melainkan bertujuan memberi manfaat bagi banyak orang.

6. Judul adalah kunci!
Pemilihan judul yang tepat dan menarik rasa ingin tahu pembaca adalah salah satu kunci keberhasilan sebuah konten. Gunakan bahasa yang ringkas dan tidak bertele-tele serta mengundang tanya dapat menjadi pilihanmu.
pexels-photo-1470170
Sumber: Pexels/Element5 Digital

7. Manfaatkan semua alat dan media yang kamu kuasai
Ada berapa media sosial yang kamu miliki? Semakin banyak media sosial yang kamu miliki dan kuasai maka akan semakin besar peluang karyamu menjadi viral di dunia maya.

pexels-photo-607812
Sumber: Pexels/Tracy Le Blanc

Media sosial yang banyak digunakan dewasa ini antara lain instagram, facebook, twitter, blog, youtube dan lain sebagainya. Manfaatkan dengan baik semua fitur yang ada pada masing-masing media sosial. Bahkan kalau perlu kamu dapat membeli aplikasi tambahan guna menunjang performance media sosialmu.

Bagi blogger yang menggunakan wordpress pasti tidak asing dengan aplikasi tambahan seperti ShareThis, MashShare, SumoMe dan GetSocial. Fitur ini bisa kamu gunakan untuk membagikan karyamu agar mudah di share oleh orang lain.

Kamu juga bisa memperindah tampilan sosial mediamu agar lebih menarik lho! Selain itu banyak foto gratis yang dapat kamu unduh dan gunakan, salah satunya di web Pixabay.

8. Share di waktu yang tepat
Waktu juga salah satu hal penting yang berpengaruh agar kontenmu bisa dilihat banyak orang. Biasanya mayoritas orang mengakses media sosialnya pada pukul 9 pagi, 12 siang dan 7 malam. Sehingga pada waktu-waktu tersebut, peluang orang melihat kontenmu akan semakin besar.
pexels-photo-745365
Sumber: Pexels/Miguel A.Padrinan

Itulah 8 tips membuat postingan viral yang penuh manfaat. Kamu butuh kerja keras dan kerja cerdas untuk bisa mewujudkan itu semua. Jangan takut mencoba ya!

Dengan makin banyak beredarnya konten viral yang bermanfaat, maka kita ikut berperan mengurangi jumlah orang bodoh yang mendadak viral di dunia maya.

So, let’s stop making stupid people famous!

#TOBPDesember
#Mombloggercommunity
#MBC

You may also like

6 Comments

  1. ah,setuju banget sama artikel ini. Tapi sayangnya, stupid people itulah yang selalu dapat panggung. Heran banget deh.

    Tapi hukum alamnya memnag begitu sih, kabar buruk selalu menyebar lebih cepat dibanding kabar baik.

  2. Bener mba dan sepertinya masyarakat kita itu lebih seneng yang viral itu yang isinya itu negatif daripada positif. Pertanda masyarakat kita sedang sakit. Pr kita juga sebagai blogger untuk terus memproduksi konten2 yang positif untuk masyarakat kita agar tak tenggelam oleh konten2 yang negatif

  3. Intinya share konten yang positif, tdk hoax ya mbak. Trus kalau gak paham2 amat sebainya broadcast2 kyk gtu berhenti di kita aja. Penting utk diingat bahwa apapun yg kita lakukan sekecil papun akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan kita kelak…

  4. Sekarang ini gampang banget ya sesuatu menjadi viral bahkan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Anehnya, gitu itu kok ya mau maunya turut memviralkan. Kalau aku insyaAllah sangat selektif dalam hal ini. Apalagi bila sumbernya nggak jelas, cukup sampai di saya aja, nggak akan nge share berita yang kebenarannya belum jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *