7 Tips #CerdasDenganUangmu Agar Sukses Memiliki Banyak Investasi di Usia 30 Tahun!

Saat pertama kali bekerja, saya merasa tidak cukup banyak menabung. Padahal gaji saya kala itu sekitar dua kali besarnya UMR Bandung. Alasannya sih simple, nikmati hidup selagi masih single. Hehehe.

Setelah bekerja selama 4 tahun akhirnya saya memutuskan resign dengan alasan menikah sesama pegawai. Peraturan di perusahaan saya bekerja memang tidak mengizinkan pasangan suami istri berada pada satu atap yang sama di tempat kerja.

Setelah menikah otomatis pendapatan hanya bersumber dari suami. Besarnya gaji suami kala itu sama dengan gaji saya. Jadi bisa dibayangkan dong nominal yang tadinya untuk satu orang, sekarang harus dioptimalkan guna hidup berdua.

Tidak lama berselang, hadirlah malaikat kecil dalam keluarga kecil kami. Tabungan yang kami miliki sebagian dipergunakan untuk mempersiapkan biaya persalinan dan kebutuhan bayi kami. Besarnya ternyata cukup lumayan sehingga menguras rekening saya dan suami.

Dengan kondisi finansial yang sangat menurun tajam, saya melakukan introspeksi apa saja sih hal yang salah yang telah saya lakukan? Tentunya di usia menjelang 30 tahun ini, impian untuk hidup mapan seharusnya sudah dalam genggaman. Menurut MoneySmart, semuanya bisa diwujudkan dengan mengatur budget pengeluaran yang jelas, berinvestasi sejak dini serta meningkatkan pendapatan bulanan (selengkapnya klik disini).

Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut bagaimana cara menghemat pengeluaran agar cukup sampai akhir bulan dan memiliki banyak aset serta investasi sebelum usia 30 tahun, simak 7 tips #CerdasDenganUangmu berikut ini:

1. Jangan tingkatkan gaya hidup
PicsArt_12-27-08.12.01
Hal mendasar yang saya temukan dari kesalahan mengelola uang adalah perubahan gaya hidup. Wajar lah ya namanya anak kuliah baru lulus dan mendapat pekerjaan yang cukup wah kala itu, membuat saya mengenal berbagai macam merek tas branded. Selain itu tidak jarang setiap waktu makan siang tiba maka saya dan kawan-kawan akan menjajal resto terbaru.

Saat itu saya merasa “mampu” dan tidak besar pasak daripada tiang. Tapi jangan terkecoh! Kenapa? Karena saya menyesal tidak menabung lebih banyak. Padahal seharusnya saya sudah bisa membeli mobil sendiri walaupun mobil bekas dan bisa melaksanakan ibadah umroh.

Oleh sebab itu besarnya pendapatan hendaknya tetap membuat kita bijak dalam mengeluarkan uang. Jangan sampai impian yang ada di depan mata sirna karena gajimu hanya kamu gunakan untuk menunjang gaya hidup. Coba tengok Mas Jeff Bezos, pendiri Amazon.com yang mobilnya tuh Honda Accord tahun 2013 dan nggak tertarik ganti mobil. Luar biasa ya! Orang-orang terkaya di dunia ternyata bisa punya gaya hidup lebih sederhana dari kita. Malu lah ya mereka yang kaya raya aja sederhana, masa kita yang kaya gini mau bermewah-mewah dan boros demi gaya hidup. Kapan kaya-nya? Hehe.

2. Buat rencana anggaran bulanan
PicsArt_12-27-08.10.34
Banyak anak muda millennial yang belum memiliki rencana anggaran bulanan. Saya juga tidak memilikinya hingga saya menikah dan menjadi seorang ibu. Sebagai Menteri Keuangan di rumah, saya merasa perlu merancang anggaran bulanan sebagai pedoman dan berusaha agar tidak melenceng dari rencana tersebut.

Apa manfaatnya? Manfaatnya adalah agar kamu punya reminder atau pengingat bahwa dana sekian akan dialokasikan untuk apa. Sehingga kita tidak lalu merasa selalu punya uang. Dengan begitu kamu akan punya tabungan rutin setiap bulannya dan pengeluaranmu tentu saja akan lebih rendah dari pemasukan.

Kamu bisa lho memanfaatkan aplikasi cashflow gratis untuk mencatat besarnya pengeluaran dan pemasukanmu setiap bulannya. Atau kalau kamu lebih suka menyimpan struk belanja, itu juga ide bagus untuk mengetahui berapa besar pengeluaranmu setiap bulannya.

3. Evaluasi biaya penyedia layanan yang kamu gunakan
PicsArt_12-27-08.04.57
Saat mulai berumah tangga saya semakin pintar berhemat salah satunya melalui cara ini. Coba catat deh penyedia layanan apa yang saat ini sedang kamu gunakan beserta biayanya. Mulai dari operator selular, TV kabel, internet bahkan biaya asuransi. Pilih penyedia layanan yang memberikan fasilitas memuaskan tapi dengan harga super duper hemat.

Selain itu coba kamu pikir masak-masak apa saja layanan yang sekiranya bisa kamu eliminasi. Misalnya saja saat single kamu rela membayar mahal demi menjadi member gym, nah saat berumah tangga kebutuhan ini bisa kamu hilangkan. Sebagai gantinya kamu bisa berolahraga bersama pasangan memanfaatkan fasilitas yang ada di perumahan, misalnya lapangan dan jogging track. Selain itu biaya berlangganan majalah juga bisa kamu hentikan karena saat ini informasi gratis bertebaran di internet.

4. Pintar membelanjakan uang untuk makanan
PicsArt_12-27-08.18.23
Kalau dulu saat masih bekerja dan belum menikah, rasanya enteng saja melangkahkan kaki ke resto terbaru. Dengan pendapatan yang menurun membuat saya memutar otak agar gaji cukup untuk makan sekeluarga sampai akhir bulan. Caranya dengan masak sendiri dan membawakan bekal untuk suami. Murah banget lho ternyata dan kita tetap bisa mengkonsumsi makanan bergizi.

Jika dulu sekali makan bisa merogoh kocek sebesar Rp 75 ribu, maka hari ini cukup dengan Rp 30 ribu bisa untuk 3 kali makan untuk dua orang. Fantastis ya?

5. Punya impian agar semangat menabung
PicsArt_12-27-09.01.42
Apa jadinya hidup tanpa impian? Pasti tidak punya semangat ekstra untuk menabung mewujudkannya. Memang sih ada beberapa orang yang punya prinsip “gimana nanti”. Tapi kalau anak muda millennial jaman sekarang harusnya punya pemikiran berbeda, tanyalah pada diri sendiri: “nanti gimana?”

Ingatlah bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Apa yang kamu usahakan dengan menyisihkan uang sedikit demi sedikit, pada waktunya nanti akan berbuah manis dengan tercapainya satu persatu impianmu.

Supaya lebih semangat bisa banget lho kamu jadikan targetmu itu menjadi wallpaper di layar handphone. Supaya setiap kali melihatnya, kamu akan teringat kembali pada impianmu dan berusaha mewujudkannya.

6. Sisihkan uang untuk dana darurat
PicsArt_12-27-09.04.25
Hayoo… kamu sudah punya dana darurat belum? Hehe. Memang sih salah satu kesalahan terbesar banyak orang dan banyak keluarga adalah tidak memiliki dana darurat, padahal penting sekali lho mempersiapkan dana darurat ini. Manfaatnya adalah agar kondisi finansial keluargamu tidak mudah goyah saat terjadi sesuatu di luar harapan. Kamu bisa coba 4 tips menyiapkan dana darurat dari MoneySmart.

Meskipun dana ini diharapkan tidak akan pernah digunakan, setidaknya kamu perlu menyiapkan dana darurat sebesar 3 hingga 6 kali jumlah pengeluaran bulanan. Setiap keluarga bisa saja memiliki jumlah kebutuhan yang berbeda sehingga dana darurat pun akan bervariasi antar keluarga satu dengan yang lainnya.

7. Jangan tunda investasi!
Kehadiran anak dalam rumah tangga membawa hikmah tersendiri. Saya jadi punya target tabungan untuk si Kecil demi masa depannya kelak. Apalagi saat ini inflasi biaya pendidikan di Indonesia sangat mencengangkan dengan prosentase sekitar 15% hingga 20%. Hal inilah yang membuat saya semangat berinvestasi.

Malu nggak sih usia sudah 30 tahunan tapi belum punya apa-apa? Agar kalian tidak menyesal dan terlambat memulainya seperti saya, yuk cari tahu jenis investasi apa saja sih yang memiliki prospek cerah?

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh MoneySmart dijelaskan bahwa setidaknya ada 4 jenis investasi yang seharusnya sudah kamu miliki di usia 30 tahun. Beberapa diantaranya dapat dimulai dengan biaya yang sangat terjangkau bahkan untuk semua kalangan. Yuk simak penjelasannya sebagai berikut:

PicsArt_12-27-09.20.17

Pertama, emas batangan
Bukan rahasia umum lagi kalau emas adalah logam mulia yang digemari oleh semua kaum hawa di seluruh dunia. Selain bisa meningkatkan derajat seseorang yang memakainya, emas juga memang merupakan salah satu simbol kemakmuran dan kejayaan.

Kalau kamu ingin fokus berinvestasi maka memilih emas batangan bisa menjadi sebuah solusi. Saat ini sudah banyak emas batangan berupa koin yang dijual mulai dari berat 0.1 gram lho! Kamu hanya perlu mengeluarkan uang sekitar Rp 78.000 saja. Bahkan kalian juga bisa menabung emas di Pegadaian mulai dari Rp 10.000, murah bukan?

Selain bisa dibeli dengan uang yang terbatas, emas juga sifatnya likuid sehingga jika diperlukan dapat dijual sewaktu-waktu. Keunggulan lainnya yakni kebal terhadap inflasi dan harganya akan semakin meningkat, sehingga cocok digunakan untuk kamu yang ingin berinvestasi jangka pendek dan menengah.

Kedua, reksadana
Investasi jenis ini juga termasuk minim resiko bagi investor pemula seperti anak muda millennial. Kenapa? Karena selain bisa dibeli dengan harga murah yakni Rp 100.000, dana yang kamu investasikan pun akan dikelola oleh Manajer Investasi (MI) yang sudah berpengalaman.

Hasil yang akan kamu dapatkan cukup menjanjikan lho, karena biasanya akan melebihi rate deposito. Menggiurkan bukan?

Ketiga, saham
Saham merupakan jenis investasi yang berisiko tinggi sehingga disarankan kamu tidak menempatkan sebagian besar danamu disana terlebih jika kamu belum paham cara kerjanya. Bisa-bisa malah rugi!

Memang high risk high return sih. Tapi coba mulai dulu dengan 5% dana yang kamu miliki sebagai modal belajar bermain saham. Jika sudah mahir, tidak ada salahnya menambah jumlah investasimu.

Keempat, properti
Katanya investasi properti itu pasti untung. Kalimat ini nggak salah karena memang dari tahun ke tahun harga tanah dan properti semakin meningkat tajam dan tidak sejalan dengan kenaikan gaji kita.

Hal inilah yang menyebabkan saya berusaha sebisa mungkin membeli properti dengan harga cash walaupun harus patungan dengan saudara. Kamu juga bisa lho membeli properti patungan secara kolektif, istilah kerennya crowdfunding. Saat ini banyak perusahaan fintech yang bergerak di bidang ini.

Nah, itulah empat jenis investasi yang harus kamu miliki sebelum usia 30 tahun. Jangan sampai usia menua tapi kamu nggak punya apa-apa.

Kalau kamu sudah punya yang mana saja diantara keempatnya? Ingat ya untuk selalu membelanjakan uang sesuai kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan. Semangat mengejar impian dan selalu terapkan tips #CerdasDenganUangmu ya!

PicsArt_12-28-06.48.36

Sumber:
1.https://www.moneysmart.id/sebelum-30-tahun-miliki-4-jenis-investasi-ini-kalau-pengin-hidupmu-makmur/?amp
2.https://www.moneysmart.id/berkat-tips-pintar-ini-mapan-di-usia-30-tahun-bukan-lagi-sekadar-mimpi/?amp
3.https://www.moneysmart.id/4-tips-menyiapkan-dana-darurat-karena-kamu-gak-tahu-apa-yang-akan-terjadi-esok/?amp
4.https://www.moneysmart.id/gaya-hidup-sederhana-orang-terkaya-sejagad-raya/?amp

You may also like

No Comments

  1. Kayaknya kalau saya lemah di masalah makanan, cukup boros. Udah masak eh masih suka jajan lagi jadi keluar uang diluar perkiraan. Tahun ini mau berubah semoga bisa.

  2. Sama kaya aku nih, nyesel karena gaji waktu belum nikah dulu selalu ngupa gak jelas, coba kalo dari awal kerja udah bisa atur keuangan dan berinvestasi, sekarang mungkin sudah bisa bernapas lega buat dana pendidikan anak2 🙁

  3. Sukaaaa banget baca2 artikel tentang finansial gini, semacam ada rem di kehidupan saya, hehehe
    Dan baca paragraf awal semacam bercermin di diri sendiri.
    Dulu saya masih single, suka banget nabung dan investasi diiiii… Tempat makan, belanja dll hahaha.
    Setelah nikah nyesal deh.
    Alhamdulillah sekarang jadi lebih bijak mengatur keuangan setelah baca banyak artikel bijak dalam hal keuangan

  4. Wah, gajinya gede banget ya dua kali lipat UMR Bandung. Aku pun begitu pas masih kerja pengennya ya duitnya buat seneng-seneng aja. Dan sampai sekarang ini masih susah untuk atur pengeluaran untuk beli makanan.

  5. Saya juga pernah merasakan penyesalan karena tabungan habis untuk melayani hasrat pemenuhan lifestyle Mba.. akibatnya gaji selalu bablas di akhir bulan.. pokoknya resolusiku 2019 ini harus rutin nabung.. Aamiin..

  6. Thanks informasinya!
    Sesungguhnya aku sangat tertarik dengan reksadana itu. Apalagi ada reksadana syariah yah. Dulu pake unit link terus diambil karena ternyata rugi banget. Abis itu jadi trauma. Hahaha

  7. Saya pun sedang belajar membuat anggaran finansial keluarga supaya 2019 tidak defisit. Hal ini saya usahakan karena si kecil sudah mulai sekolah juga.

  8. sepakat mba.. kita memang perlu perencanaan finansial yg matang agar tdk keteteran di kemudian hari.. banyak sekali pelajaran yg aku dapatkan dr artikel ini, terutama dalam berinvestasi 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.