Dokter Anak Terbaik di Surabaya Dikabarkan Meninggal Akibat Meningitis.

Kabar duka kini datang dari Surabaya setelah salah satu dokter anak di Rumah Sakit Husada Utama meninggal dunia. Dokter yang bernama dr. Hartojo, SpA(K) dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, 24 Juni 2020. Info ini dirilis oleh akun instagram @rshusadautama.

{“subsource”:”done_button”,”uid”:”E48E4017-33CE-4B59-B118-2B74D8EB417A_1593009000071″,”source”:”other”,”origin”:”gallery”,”source_sid”:”E48E4017-33CE-4B59-B118-2B74D8EB417A_1593009000103″}

Dr. Hartojo, SpA(K) merupakan dokter anak di RS. Husada Utama, penasihat NICU RS. Husada Utama dan merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia. Ia menyelesaikan studi spesialis anak di Universitas Airlangga, Surabaya.

Dr. Hartojo dikenal akan dedikasinya pada anak-anak. Ia selalu mencari cara agar dapat dekat dengan anak yang dirawatnya. Tak heran kalau stetoskop yang ia gunakan pun berwarna cerah dengan boneka yang dapat menarik minat anak-anak. Bahkan ruangan prakteknya sangat colourfull dan dipenuhi boneka beragam bentuk agar anak merasa nyaman dan tidak takut ke dokter. Dr. Hartojo dikabarkan baru saja merenovasi tempat prakteknya dengan menambahkan air terjun buatan sebagai bentuk kecintaannya pada anak-anak. Dokter yang sangat berdedikasi tinggi ini juga dikenal tidak mudah meresepkan antibiotik untuk anak-anak.

Kepergian dr. Hartojo, SpA(K) yang ramah menyisakan duka untuk banyak pihak, baik keluarga, tempatnya bekerja, maupun para orang tua yang selama ini mempercayakan penanganan kesehatan anak padanya. Hingga saat ini belum diketahui kronologis kematiannya.

Banyak orangtua yang ikut mendoakan kepergian dr. Hartojo, SpA(K) seperti yang tertampil di kolom komentar akun instagram @rshusadautama. Semoga kepergianmu khusnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Selamat jalan dokter anak terbaik.

Continue Reading

Liburan Singkat ke The Ranch Cisarua

Tampak depan The Ranch Cisarua

The Ranch Cisarua menjadi destinasi wisata pilihanku di long weekend setelah pemilu 2019 berlangsung. Kenapa The Ranch? Karena Reynand sudah menginjak usia 1 tahun pada tanggal 18 April 2019 kemarin. Aku ingin mengenalkannya dengan berbagai hewan, meski ia saat ini hanya bisa mengamati saja.

Harga tiket masuknya pun terbilang sangat terjangkau. Cukup dengan biaya Rp 20 ribu saja pemirsah manjaah dimanapun beradaaa. Tiketnya pun bisa kamu tukarkan dengan segelas susu gratis beraneka rasa yang dapat kamu pilih di booth susu yang terletak di dalam restoran.

Kami sengaja berangkat pagi supaya perjalanan lancar dan dapat satu arah ke atas (arah Puncak). Pukul 9 pagi kami sudah berada di dekat Gadog dan ternyata terealisasi, alhamdulillah. Sampai disana kami pun langsung dapat parkir meski disambut gerimis kecil yang membuat pak suami bete karena takut tidak bisa menikmati liburan ini. Tapi Bunda Rey mejawab optimis, “Kita makan aja dulu. Habis makan gerimisnya reda deh insya Allah.” Doa istri solehah pun diijabah Allah. Hehe.

Harga makanan dan minuman disini tidak mahal meski berada di daerah wisata. Nggak kayak di Taman S*fari yang harganya mahal-mahal banget. Disini harga makanan start from Rp 27 ribu aja sd Rp 50 ribuan. Menu-nya pun beraneka macam mulai dari nasi dan mie goreng hingga menu khas Bandung seperti cuanki dan jambal sambel hejo. Mencari tempat dudukpun tidak sulit karena restoran disini luas sekali.

Suasana dalam restoran. Banyak baby chair jangan kuatir buibu!

Setelah selesai makan, rombongan kami langsung menjelajah setiap sudut The Ranch. Banyak tempat menarik untuk anak-anak mulai dari kandang domba, kandang sapi, memancing ikan, arena sepeda balita hingga naik delman dan kuda poni. Disini juga banyak taman luas yang bisa kamu pergunakan untuk bermain bola bersama keluarga. Tapi jangan lupa bawa bola sendiri yaaa…

Kandang domba yang rumputnya hijau bikin seger mata
Arena sepeda balita
Arena memancing ikan

Aisyah dan Bunda-nya segera membeli tiket untuk memberi susu ke sapi-sapi yang ada di kandang. Awalnya Aisyah semangat banget tapi pas datang waktu memberi susu pada sapi dia menjerit ketakutan. Hehe sayang gak sempat divideokan.

Aisyah dan Bunda-nya mau kasih susu ke sapi
Kandang sapi The Ranch Cisarua

Di The Ranch banyak spot foto menarik yang nggak boleh kamu lewatkan. Bunda Rey dan Bude Tika pun saling mengambil foto satu sama lain secara bergantian. Mbak Aisyah juga seneng nimbrung foto sementara Papa dan Reynand sudah jalan duluan di depan. Hehe.

Spot foto kece tempat Bunda Reynand #OOTD

Meski asik foto-foto tapi Bunda Rey tetep tau diri hahahah. Dan menawarkan diri untuk memotret Papa dan Reynand supaya momen liburan kali ini dapat diabadikan dengan indah dan sempurna. Jadilah Papa dan Rey berpose di depan kandang sapi yang berwarna merah nan kece ini. Bunda juga minta tolong Papa bergantian mengambil foto di spot tersebut.

Nggak lengkap rasanya kalo belum ada foto lengkap sekeluarga: Papa-Bunda-Reynand. Jadilah aku minta tolong kembaranku mengambil foto kami bertiga. Eh.. mbak Aisyah kepengen ikutan. Yaudah fotonya jadi berempat bareng ponakan lucu kesayangan. Spot foto ini bisa kamu temukan di Taman Putri Malu. Harus bergantian dengan pengunjung yang lain ya sayang, jangan berlama-lama.

Foto keluarga plus mbak Aisyah
Di depan bangunan putih mirip istana

Di The Ranch Cisarua kamu bisa membeli oleh-oleh berupa tahu susu Lembang. Harganya ramah di kantong, seriusan! Satu paket tahu susu mentah isi 10 dengan ukuran besar bisa ditebus dengan harga Rp 25 ribu saja. Sementara untuk satu paket tahu susu goreng isi 10 dengan ukuran lebih kecil di bandrol seharga Rp 20 ribu. Cukup terjangkau kan buibu?

Kami pun memutuskan pulang pukul 12.30 dan bertepatan dengan motor polisi bersirene yang menandakan saat itu diberlakukan satu arah ke bawah (arah Bogor). Alhamdulillah. Perjalanan kali ini sangat lancar tanpa hambatan berarti. Semoga segera liburan lagi tapi Bunda request ke tempat yang jauhan dikit ya kayak Bali, Bandung, Jogja atau Singapur dan Malaysia juga boleh, Pa! Bunda nggak muluk-muluk kok. Wkwkwk. #kemudiandijitak!

Continue Reading