Review Sweety Comfort Gold NB Tipe Perekat

Hallo buibuuk. Bagi ceritaaa doong.. begitu anak lahir pada mutusin langsung pake diapers atau popok kain nih? Hehe. 😁
Klo saya sebagai gen Y yang senengnya serba instan n gak ribet so pasti langsung milih diapers. Apalagi proses persalinan anak saya, Reynand, secara c-sectio yg otomatis membatasi gerak banget di awal-awal kelahiran si kecil. Jadi pilihan diapers adalah yg terbaik saat itu “menurut saya“.

Karena kulit bayi newborn masih halusss dan sensitif banget, saya ga mau sembarangan pilih diapers. Bukan pake slogan “Asal murah, SIKATTT!”. HAHAHA
Inget ini bayi baru lahir, kita pasti pengen anak kita dapet diapers yg super lembut n comfortable dong. Dan… yg pasti harus yg ga gampang bocor ya. 😍
Setelah searching review n tanya kanan kiri, akhirnya diputuskanlah beli Sweety Comfort Gold NB tipe perekat. Diapers ini bisa dipakai oleh bayi Newborn s/d berat < 5 kg.

20180402_092726

Di tampilan depan kemasan ada gambar bayi tidur nyenyak dan di bagian belakang packaging ada tulisan:
1. Soft Breathable Cottony Care. Extreme Softness. Bahan ekstra lembut dan bersirkulasi udara mencegah kelembaban pada bayi.
2. Diamond Layer Technology. Dry Long Hours. Teknologi pada permukaan berbentuk 3D diamond yang mendistribusikan cairan dan menyerap ekstra cepat. Cegah lembab sehingga kulit bayi tetap kering semalaman.
3. Slim comfort. Easy to move. Design popok yang tipis lebih nyaman dipakai.

Bener ga sih smua yg ditulis di kemasan?
Mau tau jawabannya?
Yuk kita bahas yaa review saya tentang diapers ini.

Sweety Comfort Gold ini saya suka karenaaa:
1. Permukaannya kering dan lembuuut serta gak bikin iritasi di kulit anak saya.
2. Gak gampang bocor. Pernah semaleman dia tidur sampe pagi dan saya juga ikut ketiduran dengan nyenyak sampai lupa gantiin diapersnya. Tapi pas pagi di cek ga bocor sama sekali tuh. Luar biasaaa!
😍😍😍 Tambah CINTA.
4. Design diapers TIPIS. Gak menggembung n ga bulky sekalipun dia udah penuh sama pipis Reynand.
3. Ada pita perekat. Nah kelebihan tipe perekat ini buat newborn adalah gampang disesuaikan dengan ukuran perut bayi. Jadi insya Allah pas di badan dan ga gampang bocor. Selain itu jadi bisa dibungkus rapi saat akan dibuang.
4. Gambar Hello Kitty yg lucu. Ini sih emaknya yang seneng. Wkwkwkwk 😂
5. Harga terjangkau buat kualitas sebagus ini. Asal… pinter pinter milih tempat belinya n cari diskonan ya. Saya biasanya beli online. Karena kalo beli di supermarket ya jatohnya lebih mahal. Untuk harga online per bulan Juni 2018 ini bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp 80-90 ribu untuk diapers Sweety Comfort Gold NB sejumlah 52 buah. Jadi hitungan per 1 pcs nya sekitar Rp 1.500 s/d Rp 1.700 an. Masih tergolong hemat banget untuk diapers premium. 😎😉

20180503_071159

Ternyata kelebihan2 yang dicantumin dalam packaging si Sweety ini bukan sekedar bahasa marketing belaka moms. Tapi emang bener adanya kaya gitu. ☺
Nah sekarang Reynand udah mau berumur 1.5 bulan dan diapers andalannya masih tetap Sweety Comfort Gold. 😉

Kalo diapers andalan kalian apa moms? Bagi reviewnya dong! 🤗😁

Ada yg udah cobain Sweety Comfort Gold jugakah? Kalo belom, cobain yuk! Siapa tau bakal jadi diapers andalan kaya Bunda Reynand.
Kalo ada yg mau ditanyakan terkait review ini silakan yaa isi di kolom comment. Thanks n have a happy diapers day! 😎

Continue Reading

Pengalaman Operasi Kuretase

Memaknai Syukur & Sabar

Beruntunglah kita yang sering mendapatkan ujian dari Allah, salah satunya berupa sakit. Karena kelak di akhirat, orang orang yg sehat akan berkeinginan mendapatkan ujian tsb di dunia karena besarnya pahala yg telah Allah siapkan untuk si sakit yg bersabar.
“Orang-orang yang sehat saat melihat pahala yang diberikan kepada ahlul bala’ (banyak dapat musibah) nanti di hari kiamat berkeinginan kalau saja kulit-kulit mereka dipotong dengan gunting saat di dunia.” (HR. al-Tirmidzi dan dihassankan Syaikh Al-Albani)

Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

Sakit juga merupakan tanda cinta Allah kepada kita. Yaitu dengan menghisab kita di dunia. Sehingga akan mengurangi beban hisab kita di akhirat kelak.
“Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang hamba, maka Allah menyegerakan siksaan baginya di dunia” HR. At-Tirmidziy no.2396 dari Anas bin Malik, lihat Ash-Shahiihah no.1220.

Salah satu dari ujian yg saya alami adalah keguguran (kematian mudigah) dari janin yg ada di rahim, dan harus menjalani operasi kuretase yg notabene bukan operasi besar dan bisa selesai dalam waktu 1 hari.
Tetapi Allah beri ujian pada operasi kuretase pertama dimana alat laminaria yg dipasang selama 12 jam tidak bekerja maksimal dan janin tidak bisa terangkat seluruhnya.
Pada malam itu dan hari ke 2 saya diberi obat peluruh kandungan yg menyebabkan kontraksi dan pelebaran mulut rahim. Akan tetapi sisa janin tidak bisa keluar secara maksimal dan mulut rahim tidak melebar seperti yg diharapkan. Malah muncul reaksi alergi terhadap obat Misoprostol yg diberikan, sampai saya sesak nafas dan muntah2. (bertambah lagi daftar obat yg saya alergi terhadapnya).
Menjelang tengah malam (akan memasuki hari ke 3) saya dipasang alat cocor bebek untuk kemudian dipasangkan laminaria kembali selama 12 jam. Operasi kuretase kedua berjalan lancar setelah shalat jum’at dan Alhamdulillah malam nya diizinkan pulang ke rumah.
Rasa sakit selama 3 hari tsb lumayan luar biasa karena saya alergi berbagai macam obat analgesik (pereda nyeri).
Obat obat analgesik yg tidak bisa saya konsumsi diantaranya Parasetamol, asam mefenamat, antalgin, ibuprofen, ketoprofen dll.
DanDimana obat yg bisa saya konsumsi hanya obat dengan dosis agak tinggi sehingga saya memilih tidak meminumnya dengan alasan untuk kesehatan jangka panjang.
Saya hanya berharap rasa sakit yg saya rasakan jadi penggugur dosa, dan janin yg gugur bisa jadi tabungan bagi saya dan suami di akhirat kelak. Amin.
Sepulang dari rumah sakit saya menemukan hadist yg menggetarkan dan membuat saya langsung menangis haru:
“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,”(HR Ath-Thabarani).

Ya Allah.. sakit saya dalam proses ini pas 3 hari.
Teringat potongan ayat Qur’an surat Ar-Rahman:
Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban:
“Maka nikmat Tuhan Mu yg manakah yg kamu dustakan?” 😢
(yg berulang 31 kali, terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan karunia Allah yang diberikan untuk manusia)

“sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barangsiapa yang ridho (menerimanya) maka Allah akan meridhoinya dan barangsiapa yang murka (menerimanya) maka Allah murka kepadanya.” HR. At-Tirmidzi no. 2396, dihasankan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi.

“Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”. (QS. Al-Baqaroh : 155-157).

“Tidaklah seorang mukmin dan mukminan tertimpa musibah pada dirinya, anaknya dan hartanya sehingga ia berjumpa Allah Ta’ala tidak membawa satu kesalahanpun.” (HR. Al-Tirmidzi. Beliau berkata: hadits hasan shahih)

“Tidaklah seorang muslim yang tertimpa gangguan berupa penyakit atau semacamnya, kecuali Allah akan menggugurkan bersama dengannya dosa-dosanya, sebagaimana pohon yang menggugurkan dedaunannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah” (HR Bukhari-Muslim).

Dalam memaknai rasa syukur & sabar tidak cukup dengan kalimat Alhamdulillah & Inna lillaahi wa inna ilaihi roji’uun. Tetapi harus dijiwai secara penuh, sejalan antara hati dan ucapan. Ikhlas lillahi ta’ala.

Ya Allah sesungguhnya kami hanya berharap & bersandar memohon pertolongan hanya pada Mu. Maka ijabahlah doa kami, ridhoi lah kami, ampuni dosa2 kami dan terimalah amalan2 kami.

Maha besar Allah dengan segala firman-Nya.
Cc: Dimas Pramudita Atika Dyah Perwita Nanik Hidayati Saptana Adetya Niam Syahrul Ganda

4 Maret 2017
01.18 wib
Bogor

Continue Reading

Wiskul @Waraku

Pada tanggal 30 Maret 2014 yang lalu, saya dan my beloved bestfriend merencanakan untuk makan diluar. Ada beberapa tempat yg jadi pilihan saya. Yaitu: Holycow, Nanny’s Pavillon, or makan sushi di Grand Indonesia. Tapi berhubung kami jarang makan masakan Jepang bersama (soalnya doi ga suka sushi), maka kali ini saya minta untuk makan sushiiiiii ^0^/ yeayyy… Dengan syarat disana ada bento or ramen,, so dia bisa makan makanan selain sushi. hahahaha. Dealllll…!!!

Akhirnya kami muter2 Grand Indonesia alias GI. And saya nurut aja dibawa ke Waraku. Kayaknya makanan-nya enak. So, kita pun memilih tempat duduk untuk berdua (karena meja yg berempat masih kotor belum diberesin). Ga masalah juga si secara kita emang cuma bedua. Kasian tar klo ada rombongan 4 orang yg mau makan n harus nunggu “kita”. Kan ga enak juga ditungguin pas lagi makan. Oya, Waraku ini lumayan rame. Kita dateng saat waktunya makan siang, sekitar jam 12.00 atau jam 13.00. Lupa -__- and itu cuma nyisa beberapa bangku aja di dalam dan di luar ruangan.

Pas buka-buka menu nya… hmmmm… lumayan mahal ya sushi2-an nya. Ga tega juga saya sama my beloved bestfriend. So… akhirnya saya pesan Tan-tan Ramen.. Dan Tako sushi (yg isinya cuma 2). Sahabat saya memesan beef ramen kuah soyu. Jadi ramen di Waraku ada 2 ukuran: large and medium. Kita berdua pilih yg large. Harga ramen-nya pun terbilang mahal. Untuk ukuran medium sekitar Rp 65 ribu sd 75 ribu sementara yg large antara Rp 75 ribu sd Rp 90 ribu. Minum-nya sendiri saya pesan Minty Apple (ga inget juga nama lengkap si menu itu apa haha). Saya ga tau apa yg di pesan sahabat saya. Ga inget. Peach tea apa ya..?? Kayaknya ada nama Peach2 nya gitu :p

Akhirnya setelah nunggu beberapa saat datanglah pesanan kami. Saya langsung melahap Tako sushi dengan irisan ginseng dan wasabi. Mmmmm nyuum… enak banget. Tako nya kenyal sekali. Kemudian ramen kita pun datang. Whoaaa… ukuran mangkuknya besaaar bangeetsss. Yaudah langsung aja di santap. Selama menyantap semangkuk ramen itu, saya berpikir “ini kayaknya mangkok nya aja yg gede. Isinya biasa aja. Gimana yg medium ya… ga kenyang kali saya.” Hahaha. Ini apa karna gw nya yg makannya banyak apa emang porsi-nya yg kesedikitan sih?? *think. Kayaknya porsi nya yg kesedikitan. 😀 :p

Tan-tan ramen yg saya pesan agak spicy. But ga pedes-pedes amat. Biasa aja. hehe. Tapi enak, Sahabat saya juga bilang ramennya lumayan enak. Tapi saya ga ngicip juga sih. Untuk minty apple nya sendiri ada potongan apel hijau kecil di atasnya,, dan ada bola-bola agar agar or jelly gitu di dalamnya. Fresh. Enak. Tapi bagi yg suka manis kayaknya ga akan begitu suka karna ini ga begitu manis dan cenderung plain rasanya.

Saat bill dateng… Tarraaaaaaaaa…. ternyata mehong juga yaaakkk… kita makan berdua itu abisss Rp 300 ribu lebih dikitttt. Emang enak si hehe. Secara kita biasanya makan Yoshinoya, ya gapapa sekali-kali makan beginian. 😀 nambah-nambah pengalaman wiskul. Hehe.

Saya sertakan foto menu makanan dan minuman yg saya pesan. Ga perlu sama foto modelnya kan..? Ehh. :p

Salam hangat,

Atika Dian P

03 April 2014

15:15 WIB

PicsArt_1396320162264[2]

Continue Reading

Cara Tepat Belanja Hemat

CARA TEPAT BELANJA HEMAT

Oleh: Atika Dian Pitaloka

Menghemat pengeluaran memang mutlak kita lakukan, salah satu-nya melalui seni berbelanja yang tepat dan hemat. Cermat dalam memilih barang yang akan dibeli, serta tepat dalam cara pembayaran serta cara belanja akan mampu menekan rupiah yang keluar dari kantong kita. Berikut tips-nya:

  1. Cash Vs Kartu Kredit

Cara pembayaran mana yang lebih sering kamu lakukan?  Cash or kartu kredit? Ternyata pembayaran secara tunai (cash) tidak selamanya lebih baik dibandingkan kartu kredit, begitupun sebaliknya. Cara pembayaran yang ada saat ini merupakan pilihan bagi kita agar kita lebih cerdas dalam memilih.

Pilih bayar tunai untuk:

ü  Kebutuhan rutin

Untuk keperluan transportasi, biaya makan harian, dan membeli kebutuhan rumah tangga bulanan sebaiknya gunakan uang anda sendiri. Karena ini merupakan kebutuhan pokok yang harus kita penuhi dengan menggunakan uang milik sendiri. Tanpa berhutang!

ü  Makan

Banyak kartu kredit yang menawarkan diskon hingga 50% di beberapa resto tertentu. Hal ini tentunya sangat menggiurkan, tetapi cenderung membuat kita lebih boros soal makanan. Contohnya saja untuk makan di foodcourt biasanya kita menghabiskan Rp. 60.000/paket, sementara harga yang harus dibayar untuk makan di resto tertentu seringkali lebih mahal dari biaya makan kita biasanya, sekalipun telah mendapatkan diskon. Jika harga makan di resto sebesar Rp 75.000/paket (setelah diskon), dan biaya makan kita biasanya Rp 60.000/paket maka terdapat selisih Rp 15.000. Sekali dua kali mungkin tak masalah, tapi apa jadinya jika kita sering tergiur promo makan di resto dengan kartu kredit? Jika 4 kali dalam sebulan kita gunakan promo kartu kredit untuk makan di resto tertentu maka selisih yg harus kita bayar adalah Rp 60.000. Bagaimana dengan setahun? Kita harus membayar Rp 720.000 lebih banyak. So, be smart!

Pilih kartu kredit untuk:

ü  Tiket pesawat dan tiket konser

Daripada menghabiskan uang untuk ongkos taksi ke travel agent, lebih baik gunakan cara pembelian tiket secara online. Selain lebih hemat biaya dan waktu, banyak kartu kredit memberikan promo cashback hingga Rp 50.000. Begitupun untuk pembelian tiket konser, banyak kartu kredit memberikan promo buy 1 get 1 free. Menarik bukan?

ü  Transaksi di luar negeri

Baik hotel atau tiket masuk tempat wisata di luar negeri ternyata memiliki harga transaksi online 30% lebih murah dibanding jika kita melakukan transaksi di tempat. Misalnya, biaya hotel bintang 3 per malam di Jakarta sekitar Rp 500.000, namun apabila kita membeli secara online menggunakan kartu kredit biaya yang ditawarkan hanya sekitar Rp 400.000. Hemat kan?

ü  Gadget dan barang elektronik

Gadget memang terbilang mahal. Saat jumlah tabungan tak mencukupi untuk membeli gadget impian, sementara gaji juga pas-pasan, cicilan dengan bunga 0% bisa menjadi cara mudah yang tak menguras kantong.

  1. Dine in vs Delivery

Bila hanya untuk konsumsi pribadi, saat malas keluar makan malam misalnya, cara ini bisa membuat kita lebih boros karena akan dikenakan biaya antar atau minimum pembelian. Lain hal-nya jika kita membeli dalam jumlah banyak, misalnya untuk acara kantor atau pesta ulang tahun, tentunya membeli makanan dengan cara delivery order terbukti lebih praktis dibanding harus mengeluarkan biaya bensin  atau taksi untuk membeli langsung. Dan kita juga terhindar dari kemacetan lalu lintas.

  1. Kemasan besar vs kemasan kecil

Membeli ukuran besar tak selamanya lebih hemat dibandingkan membeli produk yang berukuran lebih kecil. Saat kita melihat kemasan besar, secara psikologis kita akan merasa kalau persediaan masih banyak. Sehingga tanpa kita sadari pemakaian akan menjadi sedikit berlebih. Sementara jika melihat kemasan kecil, akan membuat kita lebih irit dalam pemakaian. Ini juga berlaku dalam porsi makanan.

  1. Belanja harian vs bulanan

Menyisihkan uang belanja di awal bulan memang menjadi solusi tepat agar pengeluaran tak melambung akibat belanja tidak penting. Misalnya, bila gaji perbulan Rp 5 juta, kita bisa menyisihkan 20 persen untuk belanja. Artinya, hanya Rp 1 juta yang boleh kita gunakan, tidak lebih. Selanjutnya, tentukan barang apa saja yang sebaiknya dibeli secara bulanan atau harian. Untuk produk yang dipakai rutin, seperti sabun dan shampo sebaiknya dibeli secara berkala, yaitu tiap kali persediaan habis. Pasalnya, banyak dari kita yang ternyata menghabiskan uang untuk “memborong” dalam jumlah banyak namun akhirnya menumpuk.
Sementara untuk bahan makanan segar, seperti buah, daging, dan sayur, sebaiknya dibeli secara harian atau saat kita membutuhkannya. Misalnya, keinginan diet membuat perempuan cenderung “memenuhi” kulkas dengan stok buah dan sayur. Padahal, buah dan sayur hanya bisa bertahan segara selama 3 hari. Alhasil, karena tidak sempat memakannya, mereka terpaksa membuang buah dan sayur yang tidak lagi segar.

Lain halnya dengan pakaian. Lakukan secara bulanan agar hasrat membeli baju baru bisa ditahan. Buatlah janji pada diri sendiri kalau Anda hanya boleh membeli  dua potong pakaian dalam satu bulan.

  1. Belanja langsung vs online shopping

Baik belanja langsung di mal atau menggunakan jasa online shop, keduanya memiliki nilai plus dan minus. Sebelum membeli secara online, sebaiknya cek reputasi penjual atau toko online yang kita kunjungi beserta riwayat pembelian dari pelanggan ybs, apakah sebagian besar puas terhadap produk atau malah banyak yang complain.
Untuk pakaian dan aksesoris mungkin kita masih bisa membeli secara online, tentu-nya dengan meminta keterangan produk secara detil agar tak kecewa saat barang datang, tetapi untuk sepatu sebaiknya belanja secara langsung, karena untuk merk yang berbeda dengan ukuran yang sama akan terdapat perbedaan beberapa mm. Daripada kebesaran atau kekecilan sehingga tidak terpakai lebih baik membelinya secara langsung, bukan?

Saat ini juga banyak promo makan di resto melalui online shop dengan menggunakan kupon, harga untuk membeli kupon ini tentu lebih murah dibandingkan jika anda membeli secara langsung di resto tsb. Ini merupakan cara berhemat model baru!

  1. Beli sesekali saja

Daripada setiap hari beli air mineral atau air oksigen di minimarket seharga Rp 3.000-10.000, lebih baik membeli botol minum agar bisa diisi ulang di rumah dan kantor. Untuk pecinta kopi, anda boleh saja terlebih dahulu membeli, sekaligus melihat bagaimana cara membuat minuman kopi yang nikmat. Selanjutnya, buat sendiri kopi anda di rumah atau kantor. Anda hanya perlu mengeluarkan Rp 100.000-350.000 per bulan. Bandingkan jika Anda setiap hari membeli satu atau dua gelas kopi di gerai seperti Starbuck. Jika segelasnya berkisar  Rp 30.000-60.000 maka pengeluaran jajan kopi Anda setiap bulan bisa mencapai Rp 1 juta lebih.

 

Created by: Atika Dian Pitaloka

12/03/2014

 

 

Continue Reading

Jawaban untuk artikel Esther Lima, "IPB Sudah Layak Ditutup?"

Jawaban untuk artikel Esther Lima, “IPB Sudah Layak Ditutup?”

Tulisan ini dibuat untuk menanggapi artikel yang ditulis oleh Tante Esther Lima, yg beliau beri judul “IPB Sudah Layak Ditutup?”

Disini link-nya bagi yg ingin baca tulisan Tante Esther:

http://edukasi.kompasiana.com/2014/03/26/ipb-sudah-layak-ditutup-642403.html.

Ini beberapa hal yang ingin saya tanggapi:

1. Saya sebagai alumni IPB, tidak mengalami apa yg dikeluhkan oleh salah satu dosen IPB yang menjadi screenshot Tante Esther. Tempat duduk kami bercampur laki-laki perempuan. Kalau pun ada pemisahan tempat duduk, itu hanya terjadi saat forum pengajian. Bukan pada perkuliahan seperti biasa. Silahkan cek sendiri ke IPB.

2. Untuk komentar Tante Esther yg menyebutkan bahwa: Serta pernyataan alm. Prof. Dr. Ir. Andi Hakim Nasoetion, guru besar Statistika dan Genetika Kuantitatif IPB mengenai mahasiswa IPB sebagai berikut: “Tidak ada lagi yang mereka perbincangkan selain bagaimana caranya mendukung perjuangan umat yang seiman. Kalau pun ada bedah buku diantara sesama mahasiswa, maka pokok bahasan bedah buku itu menyangkut masalah yang ada di luar jangkauan, seperti misalnya di Palestina atau Bosnia. Masalah yang kalau hanya dibicarakan tidak ada selesai-selesainya”. 

Tulisan ini sejatinya bukan mengomentari mahasiswa-mahasiswa IPB seperti yang disebutkan oleh Tante Esther, melainkan mengenai suasana ketekunan terhadap bidang keilmuan pada perguruan-perguruan tinggi di Indonesia.

3. Pernyataan tante Esther berikut: “USAID menggelontorkan $69.5 juta tahun 2011, $3 juta tahun 2012 hanya untuk pengembangan program pertanian Indonesia, lalu meng-compare-nya dengan website Kementerian Pertanian. Dapat ditarik kesimpulan, bahwa program Kementrian Pertanian, isinya adalah program USAID. Menunjukkan matinya Kementerian Pertanian, karena yang eksis bukan programnya sendiri, melainkan program USAID yang diganti dengan istilah Indonesia sehingga seolah-olah seperti program keluaran Kementrian Pertanian”

Sebenarnya siapa yang bertanggung jawab untuk hal ini? Saya rasa kebijakan pemerintah, dalam hal ini menjadi tanggungjawab kementrian pertanian. Sangat tidak bijak mengkambinghitamkan IPB. Padahal mahasiswa, dosen, dan peneliti-peneliti dari IPB sudah sangat banyak melakukan penelitian dan kajian yg kemudian dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah baik di dalam negeri maupun luar negeri. Ini mengindikasikan bahwa civitas akademika IPB sudah melakukan yg terbaik. Namun memang, penelitian hanya tinggal penelitian, jika tidak ada dukungan dari pemerintah. Oleh karena itu, sangat penting bagi Indonesia untuk memiliki pemerintah yg concern ke bidang pertanian. Sehingga penelitian-penelitian yg telah dilakukan mendapat dukungan dan di aplikasikan dalam dunia pertanian, sehingga pertanian di negeri ini akan lebih maju.

4. Tante Esther menanyakan: “Bagaimana dengan IPB? Ke mana ahli-ahli pertanian dan peternakan kebanggan bangsa? Di mana agrikultur Indonesia?”

silakan cek disini untuk inovasi-inovasi yang telah dihasilkan oleh IPB: http://innov.ipb.ac.id/

Saya juga memiliki pandangan tersendiri. Di IPB tidak hanya ada fakultas pertanian saja. Tetapi juga Fakultas Ekonomi, komunikasi, dll. Fakultas Ekonomi di IPB pun menekankan pengajarannya pada bidang pertanian. Sehingga lulusan Fakultas Ekonomi IPB tidak buta akan pertanian. Begitupun jurusan Ilmu Komunikasi yg ada di IPB. Juga mempelajari bagaimana penyuluhan yang baik kepada petani dan masyarakat di Indonesia. Sehingga para lulusan IPB membangun pertanian tidak hanya dari segi agrikultur nya saja (alias bercocok tanam). Tetapi dari semua segi yang mendukung pertanian itu sendiri. Mulai dari ekonomi, komunikasi, teknologi, dll. Sehingga terintegrasi dengan baik mulai dari panen hingga pasca panen.

5. IPB Sudah Layak Ditutup??? Sepertinya Indonesia akan semakin hancur jika menutup salah 1 perguruan tinggi TERBAIK di Indonesia ini. Dimana lulusan-lulusannya mampu bersaing dengan lulusan-lulusan dari universitas lain di negeri ini. Lulusan IPB terkenal mampu bekerja di segala bidang. Saya rasa ini nilai unggul dari lulusan IPB. Contohnya saja dunia perbankan banyak membutuhkan mahasiswa IPB yang notabene bukan dari jurusan ekonomi. Kenapa? Karna mereka mampu bersaing dengan lulusan-lulusan ekonomi dari universitas terbaik di negeri ini. Dan memiliki kompetensi yang baik pula di bidang perkuliahannya dulu sehingga bisa bermanfaat untuk sektor perbankan yang banyak memiliki nasabah atau debitur di bidang-bidang pertanian. Tidak bisa dibayangkan seorang sarjana ekonomi yang harus membuat laporan keuangan atau cashflow untuk perusahaan perkebunan. Oleh karena itu lulusan IPB banyak dibutuhkan di dunia perbankan. Karna banyak sektor yang ditangani perbankan, yang tidak bisa ditangani oleh sarjana ekonomi. Belajar ekonomi bisa dilakukan oleh sarjana pertanian, sarjana kehutanan, ataupun sarjana kimia IPB. Tapi pertanian, kehutanan, perkebunan, tidak bisa semudah itu dipelajari oleh anak ekonomi.

Saya juga menyayangkan mengapa banyak perusahaan pertanian yang hanya merekrut PRIA. Sementara wanita kebanyakan hanya difungsikan sebagai tenaga administrasi. Banyak sarjana pertanian bergender wanita, yang apply di banyak perusahaan besar di Indonesia, mengalami penolakan demi penolakan. Hingga akhirnya pilihan mereka adalah beasiswa ke luar negeri dan kembali menjadi dosen, atau menjadi bankers, wartawan dan pengusaha. Karna tidak banyak perusahaan yg mewadahi sarjana-sarjana pertanian, kehutanan, dll maka akhirnya banyak yang tidak bisa idealis seperti semula. Dan bekerja pada sektor-sektor lainnya yang membutuhkan dan menghargai mereka.

IPB pun sudah banyak menciptakan wirausahawan-wirausahawan muda. Yang seringkali menjuarai ajang “Wirausaha Muda Mandiri”. Dengan begitu membuka lapangan kerja baru, dan otomatis mengurangi pengangguran. Saya mengenal salah satu pendiri boneka Horta. Dan saya sangat terkesan dengan beliau yang berusaha memperkenalkan pertanian kepada anak-anak dari usia dini dengan inovasi-inovasi yang telah dilakukannya, dan dikemas dalam program-program yg sangat menarik. Ada lagi kakak kelas saya, dari jurusan Agronomi dan hortikultura IPB, angkatan 43, yang membangun pertanian di daerahnya setelah lulus, dan membawa kejayaan pada petani di di daerah Banyuwangi, hingga kemudian ia terpilih menjadi juara 1 wirausaha muda Indonesia yg diadakan oleh Kemenpora pada bulan Oktober 2013 lalu.

6. Masalah pertanian yang ada di Indonesia bukan milik suatu institusi saja. Masalah kebijakan pemerintah yg tidak berpihak pada petani, masalah sosial masyarakat, serta kepemilikan lahan pertanian yg tidak terintegrasi, juga menjadi permasalahan yg rumit. Tidak seperti di luar negeri, dimana petani memiliki sentra produksi untuk tiap jenis produk pertanian. Petani di Indonesia memiliki lahan dalam jumlah yg sangat sempit. Dan seringkali tidak ada sentra produksi untuk tiap jenis produk pertanian.

7. IPB memang terbilang religius, bisa dilihat dari jumlah mahasiswi nya yang kebanyakan mengenakan jilbab. Tetapi saya tidak setuju jika kemunduran pertanian dikaitkan dengan mahasiswa IPB yang agamis. Banyak sekali mahasiswa IPB yang berfokus pada penelitian dan pengembangan diri, meski ada sekelompok mahasiswa yang berfokus pada kegiatan agama dibandingkan keilmuan yang mereka geluti. Kegiatan agama itu memang bagus, akan tetapi saya juga tidak menyukai orang-orang yang mengesampingkan tugas belajarnya dan berlarut larut dalam organisasi hingga kuliahnya tidak selesai-selesai.

8. Saya bangga menjadi lulusan IPB. Bagi anda yg hanya bisa mencaci maki IPB, silahkan kuliah di IPB. Dan rasakan bagaimana rasanya di ajar oleh orang-orang hebat, bagaimana rasanya mati-matian belajar untuk ujian yg sulit, bagaimana rasanya ujian akhir dengan penguji profesor dan doktor yg ahli di bidangnya, dan bagaimana susahnya kuliah di IPB. Memang IPB terkenal dengan: “masuk susah, keluar susah.” Jika banyak mahasiswa yang mengeluh akan koreksi revisi-an dari pembimbingnya dan harus membaca banyak literatur, bersyukurlah. Karna banyak anak-anak IPB yang hanya disuruh memperbaiki, tanpa diberi literatur. Semua harus mandiri, cari sendiri. 🙂

Demikian jawaban saya atas artikel Tante Esther Lima.

Semoga membuka wawasan kita semua tentang salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia.

Semoga kebijakan pertanian yang diambil oleh pemerintah kita lebih berpihak pada petani.

Semoga lapangan usaha di bidang pertanian makin luas dan tidak mengenal gender.

Semoga pemerintah mulai concern pada bidang pertanian dan menggunakan hasil-hasil penelitian anak-anak IPB untuk meningkatkan kemajuan pertanian Indonesia.

Semoga pertanian Indonesia makin jaya, Dan tetap…

JAYALAH IPB KITA! 🙂

Salam hangat,

Atika Dian P

01 April 2014

15:18 WIB

Continue Reading

Penjagaanmu

Sebenarnya kota kita lebih indah,

dari Paris atau Venesia.

Jalan-jalan yang pernah kita lalui,

berbicara lebih merdu

dari lagu-lagu syahdu di Roma.

Makanan di tempat favorit kita,

lebih enak daripada restoran-restoran di Italia.

Selama semuanya bersamamu.

Kebersamaanku denganmu.

 

Mungkin aku tidak pandai bercerita,

atau bernyanyi.

Aku hanya bisa menikmatimu lewat puisi.

Membingkai indah dalam doa,

dan rasa syukur yang terlalu berlimpah.

 

Aku memang tidak kuat layaknya karang,

tidak kokoh layaknya bumi yang masih berotasi.

Aku tau aku lemah,

tapi kau menguatkanku.

Dengan tawa kita, dengan setiap penjagaanmu.

Terimakasih,

telah ada stiap aku membutuhkan.

Dalam tangisnya diri yang tersembunyi.

Aku pasti akan kembali kesini,

ketempat ini.

 

Created by Atika Dian Pitaloka

160613 05;06 wib

Continue Reading